1. Apa itu Tilt-Shift Photography?
Tilt-Shift adalah manipulasi pergeseran (shift) dan atau pemiringan (tilt) yang dilakukan terhadap lensa, relatif terhadap posisi sensor kamera. Tujuannya adalah agar dihasilkan perspektif yang “berbeda” dibanding dengan tanpa manipulasi. Disebut perspektif yang “berbeda” karena memang “hukum-hukum” dasar seperti Depth of Field (DoF) dan wide curve yang dihasilkan akan nampak “tidak wajar”. Misal: DoF yang seharusnya bernilai relatif berdasar jarak objek dengan kamera, dengan Tilt-Shift tidak selalu demikian. Agar sedikit lebih jelas, mungkin ada baiknya saya persingkat penjelasan saya melalui gambar. Yeaah… let the pictures talking
. Gambar-gambar berikut ini semoga sedikit banyak dapat memberikan penjelasan bagaimana Tilt-Shift dilakukan.
Tilt-Shift adalah manipulasi pergeseran (shift) dan atau pemiringan (tilt) yang dilakukan terhadap lensa, relatif terhadap posisi sensor kamera. Tujuannya adalah agar dihasilkan perspektif yang “berbeda” dibanding dengan tanpa manipulasi. Disebut perspektif yang “berbeda” karena memang “hukum-hukum” dasar seperti Depth of Field (DoF) dan wide curve yang dihasilkan akan nampak “tidak wajar”. Misal: DoF yang seharusnya bernilai relatif berdasar jarak objek dengan kamera, dengan Tilt-Shift tidak selalu demikian. Agar sedikit lebih jelas, mungkin ada baiknya saya persingkat penjelasan saya melalui gambar. Yeaah… let the pictures talking
2. Digunakan untuk apakah penerapannya?
Umumnya, Tilt-Shift banyak digunakan untuk memotret model miniatur atau meminiaturkan objek nyata. Jika kita memotret objek miniatur, tujuan utama yang ingin didapat biasanya adalah kedetailan hasil. Detail berarti harus diambil dengan cara close-up namun tanpa menghilangkan perspektif bentuk aslinya. Hasil yang demikian akan optimal didapatkan jika kita menggunakan manipulasi Tilt-Shift. Memang sih, jika dibandingkan dengan foto-foto arsitektur bangunan objek nyata, kita cukup menggunakan full frame sensor untuk mendapatkan hasil yang relatif tidak berubah dalam hal bentuk perspektifnya. Namun, dunia miniatur tidak sama dengan objek nyata, terutama dalam hal ukuran. Untuk ukuran yang jauh lebih kecil, kita memerlukan lensa yang cukup “wide”, aperture yang cukup lebar, dan macro focus jika kita menginginkan hasil yang cukup detail tanpa mengurangi perspektif bentuk aslinya. Hal ini dapat difasilitasi dengan lensa-lensa yang memang dikhususkan untuk keperluan Tilt-Shift seperti yang terlihat pada gambar-gambar di atas. Tapi “denger-denger” lensa-lensa tersebut harganya relatif mahal, khususnya bagi saya dengan kondisi saat ini.
Umumnya, Tilt-Shift banyak digunakan untuk memotret model miniatur atau meminiaturkan objek nyata. Jika kita memotret objek miniatur, tujuan utama yang ingin didapat biasanya adalah kedetailan hasil. Detail berarti harus diambil dengan cara close-up namun tanpa menghilangkan perspektif bentuk aslinya. Hasil yang demikian akan optimal didapatkan jika kita menggunakan manipulasi Tilt-Shift. Memang sih, jika dibandingkan dengan foto-foto arsitektur bangunan objek nyata, kita cukup menggunakan full frame sensor untuk mendapatkan hasil yang relatif tidak berubah dalam hal bentuk perspektifnya. Namun, dunia miniatur tidak sama dengan objek nyata, terutama dalam hal ukuran. Untuk ukuran yang jauh lebih kecil, kita memerlukan lensa yang cukup “wide”, aperture yang cukup lebar, dan macro focus jika kita menginginkan hasil yang cukup detail tanpa mengurangi perspektif bentuk aslinya. Hal ini dapat difasilitasi dengan lensa-lensa yang memang dikhususkan untuk keperluan Tilt-Shift seperti yang terlihat pada gambar-gambar di atas. Tapi “denger-denger” lensa-lensa tersebut harganya relatif mahal, khususnya bagi saya dengan kondisi saat ini.
3. Fake Tilt-Shift
Sebenarnya kita juga dapat memotret objek nyata dengan hasil efek seperti Tilt-Shift linier menggunakan lensa berjenis “wide-open” (wide range, dan memiliki aperture lebar). Namun sekali lagi, kondisi saya saat ini masih mengatakan bahwa biaya yang dikeluarkan untuk membeli lensa seperti di atas masih di berada luar jangkauan budget saya
. Nah, kebetulan saya dapat dari beberapa sumber, ternyata efek Tilt-Shift juga dapat dihasilkan secara digital menggunakan software pengolah gambar seperti Adobe Photoshop. Bagaimana caranya? Simak saja contoh langkah-langkah pembuatan efek Fake Tilt-Shift (Tilt-Shift palsu) berikut ini. FYI, versi yang saya gunakan adalah Adobe Photoshop CS3.
Sebenarnya kita juga dapat memotret objek nyata dengan hasil efek seperti Tilt-Shift linier menggunakan lensa berjenis “wide-open” (wide range, dan memiliki aperture lebar). Namun sekali lagi, kondisi saya saat ini masih mengatakan bahwa biaya yang dikeluarkan untuk membeli lensa seperti di atas masih di berada luar jangkauan budget saya
A. Siapkan materi gambar
Di sini saya menggunakan foto jalan raya yang POI-nya terfokus pada bus pariwisata sebelah kiri bawah. Oh ya, untuk angle pengambilan foto yang akan diberi efek Fake Tilt-Shift, sebaiknya menggunakan “high-angle” (pengambilan foto dari atas), hal ini sebagai analogi potret objek miniatur yang pada umumnya diambil dari “high-angle”.
Di sini saya menggunakan foto jalan raya yang POI-nya terfokus pada bus pariwisata sebelah kiri bawah. Oh ya, untuk angle pengambilan foto yang akan diberi efek Fake Tilt-Shift, sebaiknya menggunakan “high-angle” (pengambilan foto dari atas), hal ini sebagai analogi potret objek miniatur yang pada umumnya diambil dari “high-angle”.
Tekan Shift + tombol kiri mouse dan buat garis yang ditarik dari bagian gambar yang ingin difokuskan hingga menjauh. Dalam kasus saya, saya tarik dari bagian badan bus menjauh ke arah atas.


Tekan Q untuk keluar dari Quick Mask, sehingga muncul garis-garis batas gradasi masking yang akan kita terapkan.


Biasanya, gambar yang dihasilkan dari Tilt-Shift adalah gambar yang mempunyai saturasi tinggi dan cukup “bright”. Sehingga kita perlu mengeset nilai kedua atribut tersebut. Pilih menu Image -> Adjustment -> Hue/Saturation atau cukup menekan Ctrl+U.


Lalu atur brightness dan contrast-nya dengan memilih menu Image -> Adjustment -> Brightness/Contrast.


Beberapa contoh hasil lainnya dapat dilihat di Flickr saya (http://www.flickr.com/photos/andiktaufiq).
– Contoh 1
– Contoh 2
– Contoh 3
– Contoh 4
– Contoh 5
– Contoh 1
– Contoh 2
– Contoh 3
– Contoh 4
– Contoh 5
Terdapat juga tool yang dapat mengautomatisasi pembuatan efek Fake Tilt-Shift ini, kebetulan saya dapatkan yang aplikasi versi webnya dihttp://labs.artandmobile.com/tiltshift/.
Pada perangkat mobile pun juga telah ada, khususnya untuk platform iPhone dan Android. Info selengkapnya dapat dilihat di sini.
4. Referensi
Penjelasan lebih lengkap tentang Tilt-Shift
– http://www.ephotozine.com/article/step-into-the-world-of-miniature-with-david-clapp-11285
– http://www.kenrockwell.com/tech/movements.htm
– http://en.wikipedia.org/wiki/Tilt-shift_photography
Penjelasan lebih lengkap tentang Tilt-Shift
– http://www.ephotozine.com/article/step-into-the-world-of-miniature-with-david-clapp-11285
– http://www.kenrockwell.com/tech/movements.htm
– http://en.wikipedia.org/wiki/Tilt-shift_photography
Contoh-contoh
– http://www.hongkiat.com/blog/tilt-shift-photography-80-beautiful-examples-tutorials-ultimate-guide/
– http://www.flickr.com/groups/tilt-shift-fakes/pool/
–http://www.smashingmagazine.com/2008/11/16/beautiful-examples-of-tilt-shift-photography/
– http://www.hongkiat.com/blog/tilt-shift-photography-80-beautiful-examples-tutorials-ultimate-guide/
– http://www.flickr.com/groups/tilt-shift-fakes/pool/
–http://www.smashingmagazine.com/2008/11/16/beautiful-examples-of-tilt-shift-photography/
Akhir kata, terima kasih dan semoga bermanfaat.
No comments